Profil Kreatif Keisya Zannatul Haqi: Merajut Karier Musik dari Bangku MTsN 2 Sumenep.BERITATA, Sumenep – Ada stereotip yang melekat bahwa generasi muda hari ini cenderung rapuh dan gamang dalam menentukan masa depan. Namun, narasi berbeda justru ditulis oleh Keisya Zannatul Haqi. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun, siswi kelas IX MTsN 2 Sumenep ini menunjukkan sebuah kematangan emosional dan fokus yang jarang ditemukan pada remaja sebayanya.
Perayaan hari lahirnya yang digelar secara bersahaja di Kedai HK pada Jumat (10/07/2026) menjadi ruang pameran bagi visi hidupnya. Alih-alih larut dalam euforia selebrasi tanpa makna, Keisya menggunakan momen tersebut sebagai tonggak evaluasi terhadap dua bakat besar yang sedang ia asah: seni suara dan ketajaman literasi jurnalisme.
Bakat vokal Keisya bukan lagi sekadar hobi pengisi waktu luang. Ia adalah pemegang takhta Juara I Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kabupaten Sumenep 2025. Di dunia psikologi perkembangan, remaja yang meraih prestasi di usia dini seringkali mengalami kepuasan semu. Menariknya, Keisya berhasil lolos dari jebakan tersebut.
Bukannya puas dengan piala komparatif, ia melangkah lebih jauh ke ranah polifonik yang lebih menantang: menciptakan lagu orisinalnya sendiri. Saat ini, proses produksi single perdana tersebut sedang digodok matang. Langkah taktis ini mengubah status Keisya dari seorang “penyanyi penafsir lagu” menjadi seorang “kreator konten musikal” independen.
Paradoks menarik muncul ketika kita membedah cita-cita jangka panjangnya. Di saat karier musiknya mulai terbuka lebar, Keisya justru secara sadar membidik profesi wartawan sebagai pelabuhan masa depannya. Baginya, ruang redaksi pers memiliki daya pikat yang sama kuatnya dengan panggung megah.
“Profesi wartawan adalah pekerjaan yang mulia karena menghadirkan informasi yang dapat dipercaya,” tutur Keisya. Di era gempuran disinformasi digital saat ini, memiliki kesadaran literasi setinggi ini di usia 15 tahun adalah sebuah oase. Keisya memandang jurnalisme bukan sekadar pekerjaan mencari berita, melainkan sebuah instrumen sosial untuk mengedukasi masyarakat berdasarkan kebenaran fakta.
Melalui kombinasi olah rasa di dunia musik dan olah rasio di dunia jurnalisme, Keisya Zannatul Haqi sedang membangun portofolio hidup yang tangguh. Dengan landasan doa yang kuat dan kesadaran untuk selalu membumi demi orang tuanya, remaja Sumenep ini membuktikan bahwa mimpi besar tidak akan runtuh jika dibangun di atas fondasi kerja keras dan ketulusan niat.