Pariwisata

Festival Ketupat di Pantai Lombang Dorong Wisata dan Pelestarian Budaya

49
×

Festival Ketupat di Pantai Lombang Dorong Wisata dan Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
4c283b16 6da3 45ea 924f d2bbdfab1815
Festival Ketupat Sumenep 2026: Kolaborasi Budaya dan Ekonomi Dorong Pariwisata Berkelanjutan.

SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan potensi budaya lokal melalui gelaran Festival Ketupat 2026 yang berlangsung di Pantai Lombang, Kamis (26/03/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga strategi konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.

Asisten Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, menuturkan bahwa Festival Ketupat merupakan simbol kuat perpaduan antara nilai spiritual, budaya, dan ekonomi kreatif. Tradisi ini dinilai mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal.

“Festival ini bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang terlibat langsung dalam kegiatan ini,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Menurutnya, keunikan Festival Ketupat yang dikemas secara atraktif mampu menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjadikan Sumenep sebagai destinasi wisata berbasis budaya yang kompetitif.

Selain itu, festival ini juga berperan sebagai media edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan melestarikan tradisi lokal di tengah arus modernisasi. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas, pelaku UMKM, hingga perangkat daerah, menjadi bukti bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama.

Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis, dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, Festival Ketupat dapat terus berkembang menjadi agenda unggulan daerah yang mampu meningkatkan daya saing sektor pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi berbasis budaya.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar festival ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.