Berita

Diskop UKM Sumenep Pastikan Distribusi Sembako Lancar ke Wilayah Kepulauan

18
×

Diskop UKM Sumenep Pastikan Distribusi Sembako Lancar ke Wilayah Kepulauan

Sebarkan artikel ini
IMG 6439
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep, Madura, Moh Ramli : Distribusi Sembako ke Kepulauan Lebih Penting dari Operasi Pasar.

SUMENEP — Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli menegaskan bahwa menjaga kelancaran distribusi bahan pokok ke wilayah kepulauan jauh lebih penting dibandingkan menggelar operasi pasar secara langsung.

Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang memiliki banyak wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi pasar, khususnya selama bulan Ramadan 2026.

“Khusus di wilayah kepulauan memang ada kendala geografis. Namun langkah konkret yang kami lakukan adalah memastikan kelancaran distribusi bahan pokok,” ujar Moh. Ramli, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa stabilitas harga di wilayah kepulauan tidak hanya ditentukan oleh intervensi harga melalui operasi pasar, tetapi juga sangat bergantung pada ketersediaan stok serta kelancaran arus distribusi barang.

Jika distribusi berjalan normal, potensi lonjakan harga dapat ditekan sejak awal.

“Jika stok tersedia dan arus barang tidak tersendat, maka potensi permainan harga dapat ditekan. Sebaliknya, apabila pengiriman terlambat, misalnya karena faktor cuaca, harga di tingkat pedagang bisa meningkat,” jelasnya.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas pelabuhan dan pelaku usaha transportasi laut.

“Kami berkoordinasi dengan pihak syahbandar serta pelaku usaha angkutan laut agar barang kebutuhan pokok diprioritaskan untuk diangkut lebih dulu, baik menggunakan kapal maupun perahu,” tegasnya.

Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Diskop UKM dan Perindag Sumenep juga memperketat pengawasan terhadap potensi pelanggaran di lapangan.

Pemerintah daerah menegaskan tidak boleh ada praktik penimbunan barang maupun upaya memanfaatkan momentum Ramadan untuk kepentingan pribadi yang melanggar aturan.

“Tidak boleh ada yang memanfaatkan situasi ini untuk hal-hal yang melanggar aturan,” tandas Ramli.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar stabilitas pasokan bahan pokok tetap terjaga, khususnya di wilayah kepulauan.