Berita

Detikzone dan Masjid Mujahidin Santuni 150 Warga, Masjid Jadi Pusat Solusi Umat

66
×

Detikzone dan Masjid Mujahidin Santuni 150 Warga, Masjid Jadi Pusat Solusi Umat

Sebarkan artikel ini
dc5195d2 6bbe 48f2 bf83 1f1f9bc69830
Masjid Jadi Pusat Gerakan Sosial, Detikzone dan Takmir Mujahidin Santuni 150 Penerima Manfaat.

SUMENEP – Rabu, 18 Maret 2026 menjadi momentum penting yang menegaskan peran masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pergerakan sosial dan kemanusiaan. Hal ini ditunjukkan oleh Detikzone.id bersama Takmir Masjid Mujahidin melalui kegiatan santunan bagi 150 penerima manfaat.

Penerima bantuan meliputi anak yatim, dhuafa, marbot masjid, muazin, hingga penggali kubur. Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan berupa beras, uang tunai, serta sarung.

Tak hanya menyalurkan bantuan di lokasi, tim juga turun langsung ke rumah warga dhuafa yang tidak terdata atau memiliki keterbatasan untuk hadir.

Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, menegaskan bahwa masjid harus bertransformasi menjadi pusat solusi umat.

“Masjid harus menjadi pusat pergerakan sosial dan kemanusiaan, bukan hanya tempat ibadah. Dari sinilah kita membangun kepedulian, solidaritas, dan gerakan nyata membantu sesama,” ujarnya.

Ia mengaku terinspirasi dari konsep Masjid Jogokariyan yang dikenal aktif dalam pemberdayaan umat. Bersama Ketua Takmir Masjid Mujahidin, Jamaluddin, pihaknya berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas sosial yang berdampak langsung.

“Kita harus terus bergerak dan tidak boleh diam melihat masyarakat yang kesulitan. Masjid harus hadir sebagai solusi,” tegasnya.

Masjid Mujahidin kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat berbagai program sosial yang terintegrasi bersama Detikzone. Program tersebut mencakup bantuan kemanusiaan, layanan sosial, hingga pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Masyarakat yang menghadapi persoalan ekonomi, kesehatan, maupun kebutuhan darurat lainnya dapat berkoordinasi langsung dengan tim masjid dan Detikzone sebagai bentuk layanan respons cepat.

Detikzone sendiri dikenal tidak hanya fokus pada pemberitaan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti pembangunan musala, penyediaan ambulans gratis, hingga rumah singgah bagi keluarga pasien di Sumenep.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada takmir dan relasi strategis yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga kolaborasi ini menjadi amal jariyah dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Igusty Madani.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Mujahidin, Kiai Jamaluddin, mengapresiasi langkah kolaboratif tersebut. Ia menilai jurnalis tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus menjadi penggerak perubahan sosial.

“Jurnalis harus mampu berkontribusi terhadap nilai-nilai sosial dan keagamaan, serta ikut membantu mengentaskan kemiskinan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menginspirasi berbagai pihak untuk menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.

Kolaborasi antara masjid dan media ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian tidak cukup berhenti pada narasi, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berkelanjutan. Dengan sinergi tersebut, masjid dapat berkembang menjadi pusat solusi umat, sementara media berperan sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat.