Misteri Kematian Pengendara Motor di Sumenep: Dikejar Massa hingga Keluarga Temukan Tanda Aneh.BERITATA, Sumenep – Seorang pengendara sepeda motor, Moh. Rohim, tewas setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Batang-Batang–Batuputih, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep. Korban diduga panik karena diteriaki “maling” dan dikejar oleh massa.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat, 31 Juli 2026, sekitar pukul 19.00 WIB. Korban yang merupakan warga Desa Gadding ini sempat dilarikan ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dideritanya.
Menurut informasi dari warga setempat, insiden bermula saat korban diinterogasi oleh seorang oknum perangkat Desa Badur terkait dugaan hubungan asmara dengan seorang wanita di desa tersebut. Karena takut, korban memilih kabur menggunakan sepeda motornya.
Tindakan spontan korban memicu teriakan “maling” dari warga. Teriakan itu memprovokasi massa di sekitar lokasi yang langsung mengejar korban.
Dalam kondisi panik dan terdesak, korban memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Saat melintasi tikungan di Dusun Manteki, Desa Juruan Daya, korban kehilangan kendali atas motornya. Ia kemudian menabrak tembok pembatas jembatan dan terjatuh.
Seorang warga Desa Badur, Sumar, membenarkan adanya kecelakaan tersebut saat dikonfirmasi pada Senin, 3 Agustus 2026. Ia menyebut korban mengalami luka parah di bagian kepala, lengan, dan paha.
Saksi mata lain berinisial HS menambahkan bahwa korban berkendara sangat kencang karena ketakutan.
“Saya kurang tahu persis masalahnya, hanya mendengar teriakan ‘maling, maling’,” kata HS.
Kepala Desa Gadding, Busairi, membenarkan bahwa korban yang tewas adalah warganya. Pihak pemerintah desa pun menyampaikan duka mendalam atas insiden ini.
“Benar, saudara Moh. Rohim yang mengalami musibah kecelakaan ini adalah warga kami di Desa Gadding. Kami sangat berduka atas musibah ini,” ujar Busairi.
Di sisi lain, pihak keluarga Moh. Rohim merasa ada yang janggal. Mereka menduga kematian korban tidak murni akibat kecelakaan tunggal biasa.
“Setelah mencermati kondisi fisik korban dan beberapa bukti di lapangan, kami menemukan indikasi kuat adanya keterlibatan pihak lain (dalam kematian korban),” ungkap perwakilan keluarga.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait penyebab pasti kecelakaan maupun dugaan persekusi tersebut.