Dua Periode Menjabat, Kades Padike Dituding ‘Anaktirikan’ Dusun Jati Laok: Jalan Rusak Parah, Warga Ancam Tanam Pohon.BERITATA, Sumenep – Rasa kecewa mendalam disuarakan warga Dusun Jati Laok, Desa Padike, Kecamatan Talango. Akses jalan utama yang menjadi urat nadi perekonomian dan pendidikan di wilayah tersebut dibiarkan rusak parah tanpa penanganan berarti selama dua periode kepemimpinan Kepala Desa Padike, Hajjah Safa Atun Nuriyah (H. Nunung).
Kondisi infrastruktur yang terbengkalai ini memicu tuduhan bahwa Pemerintah Desa Padike diskriminatif dalam mengalokasikan anggaran pembangunan. Pasalnya, di saat jalan Dusun Jati Laok tak tersentuh perbaikan, ruas jalan di dusun lain justru dilaporkan telah menerima pengaspalan hingga dua kali.
Salah seorang warga setempat, IF, menegaskan bahwa masyarakat sudah berulang kali menyampaikan usulan perbaikan, namun hasilnya nihil.
“Kami merasa dianaktirikan. Sudah dua periode kepemimpinan Kades Padike, jalan di tempat kami dibiarkan rusak sepertigaini. Padahal jalan ini akses vital sehari-hari untuk mengangkut hasil tani dan anak-anak pergi sekolah,” ungkap IF kepada wartawan pada Kamis (20/08/2026).
Masyarakat menilai pembiaran ini sebagai bentuk tidak responsifnya Pemerintah Desa Padike terhadap kebutuhan mendasar warga. Padahal setiap tahunnya Desa Padike mengelola kucuran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Ketimpangan alokasi anggaran ini kian memicu kecurigaan warga tatkala petugas desa berulang kali turun ke lapangan hanya untuk melakukan pengukuran jalan, tanpa ada realisasi fisik setelahnya.
“Jalan ini sudah berkali-kali diukur, tapi sampai sekarang tidak pernah ada perbaikan. Warga jadi curiga, jangan-jangan jalan kami cuma difoto dan diukur saja, tapi anggarannya dialihkan,” tegas warga lainnya.
Merasa terus diberi janji manis tanpa kepastian, warga Dusun Jati Laok melayangkan ultimatum keras kepada Pemdes Padike untuk memprioritaskan perbaikan jalan tersebut pada tahun anggaran ini. Jika desakan tersebut kembali diabaikan, warga siap menggelar aksi protes menutup dan menanam pohon di bahu jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Padike maupun Kades H. Nunung belum memberikan konfirmasi atau keterangan resmi terkait tuduhan diskriminasi pembangunan dan tuntutan warga tersebut.