Terpisah di Tengah Kobaran Api, Ibu Korban KM Mutiara Sentosa 2 Histeris Cari Anaknya di Masalembu

Redaksi Beritata
4 Agu 2026 07:59
2 menit membaca

BERITATA, Sumenep – Suasana duka mencekam menyelimuti Dermaga Pelabuhan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Tangis haru dan histeris pecah saat puluhan korban selamat dari musibah kebakaran kapal motor (KM) Mutiara Sentosa II akhirnya berhasil dievakuasi pada Senin (3/8/2026). Di tengah kesibukan tim gabungan melakukan penanganan darurat, momen memilukan dari seorang ibu yang terpisah dari buah hatinya mendadak menjadi sorotan yang mengiris hati.

Sebanyak 62 korban selamat tiba di Masalembu setelah dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Hasnur 26 dari perairan utara Sumenep. Anggota Tagana Kabupaten Sumenep, Yono, mengonfirmasi bahwa seluruh penyintas yang tiba langsung diarahkan ke Puskesmas dan Kantor Kecamatan Masalembu untuk mendapakan penanganan medis serta pendampingan psikologis. Di antara para korban, seorang wanita bernama Lastri mengalami syok berat dan menangis histeris karena sang anak menghilang di tengah kepulan asap dan kobaran api saat proses penyelamatan kapal berlangsung.

Lastri yang dievakuasi bersama suaminya, Soleh seorang sopir asal Surabaya langsung mendapatkan perhatian khusus dari tim medis Puskesmas Masalembu. Petugas kesehatan setempat, Murdiah, membenarkan bahwa kondisi Lastri masih sangat terguncang dan membutuhkan penanganan intensif. Hingga kini, keberadaan buah hati pasangan tersebut masih misterius, dan tim di lapangan terus berpacu dengan waktu untuk melakukan pencarian serta pendataan.

Berdasarkan data resmi dari Ditpolairud Polda Jatim, total sebanyak 238 penumpang berhasil diselamatkan dari tragedi ini, sementara lima orang dilaporkan meninggal dunia. Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud, TNI AL, KPLP, hingga relawan kini masih menyisir perairan untuk mencari 28 penumpang lain yang masih dinyatakan hilang dari total 271 orang yang terdaftar dalam manifes kapal. Operasi pencarian dan identifikasi korban terus diperluas demi memberikan kepastian bagi keluarga yang tengah diselimuti kecemasan mendalam.