Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Siap Perluas Ruang Kolaborasi Bagi Santri di Berbagai Sektor

Redaksi Beritata
24 Okt 2026 12:43
2 menit membaca

BERITATA, Sumenep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan kalangan pondok pesantren. Langkah strategis ini menjadi bagian terintegral dari upaya Pemkab Sumenep dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kemandirian pesantren.

Komitmen tersebut ditegaskan secara langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memimpin Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (22/10/2026).  

Menurut Bupati Fauzi, pesantren memiliki posisi yang sangat vital dan strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dan menguasai ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kemandirian, serta ketahanan dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.  

Oleh karena itu, Pemkab Sumenep terus mendorong penguatan ekosistem kolaborasi bersama lembaga pesantren dengan mengacu pada kewenangan pemerintah daerah, kemampuan anggaran, serta koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku.  

“Karena itu, santri perlu mendapatkan ruang dan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi diri, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun ekonomi,” tutur Bupati Achmad Fauzi di hadapan para peserta apel.  

Ia menjelaskan bahwa fokus sinergi yang dibangun diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan kapasitas pemuda, pemberdayaan ekonomi inklusif, pengembangan wirausaha santri, hingga peningkatan kepedulian terhadap Isu-isu sosial dan lingkungan hidup.  

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini juga mengajak seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, sektor dunia usaha, hingga elemen masyarakat luas untuk bergotong royong membukakan jalan bagi kemajuan santri.  

Langkah bersama ini dinilai krusial agar kaum santri tidak hanya matang secara spiritual dan keilmuan agama, melainkan juga dibekali keterampilan praktis, kreativitas, inovasi, serta jiwa kewirausahaan yang tangguh.  

“Kami mengharapkan seluruh elemen masyarakat untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para santri, supaya mereka berkembang, berkarya, berinnovasi, dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep tersebut.  

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, Pemkab Sumenep berharap pesantren tidak hanya kokoh sebagai pusat pendidikan moral dan pembinaan akhlak, tetapi juga menjelma sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak SDM yang kompeten, mandiri, dan berdaya saing demi kemajuan Kabupaten Sumenep.