Targetkan 111.111 Khataman, Ini Alasan Pemkab Sumenep Pilih Surat Al-Waqi’ah di HSN 2026

Redaksi Beritata
24 Okt 2026 13:43
2 menit membaca

BERITATA, Sumenep – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 yang berlangsung beriringan dengan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar ikhtiar batin dan gerakan spiritual berskala besar. Secara masif, seluruh jajaran birokrasi daerah dikerahkan untuk melantunkan pembacaan Surat Al-Waqi’ah sebanyak 111.111 kali secara serentak.

Agenda religi ini dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari penuh, terhitung mulai 22 hingga 30 Oktober 2026. Langkah spiritual ini diambil sebagai fondasi dan pendorong batin demi mewujudkan Kabupaten Sumenep yang semakin sejahtera, maju, serta dilimpahi keberkahan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau seluruh elemen Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga jajaran aparatur tingkat desa untuk bersinergi menyukseskan gerakan doa bersama ini. Menurutnya, momentum ganda Hari Jadi dan Hari Santri ini harus ditiupkan rasa syukur yang mendalam melalui pendekatan batin kepada Sang Pencipta.

“Kami mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tingkat kecamatan, hingga jajaran pemerintah desa untuk ikut serta dengan tulus dan ikhlas,” ujar Bupati Fauzi.

Melalui Surat Edaran (SE) Bupati Sumenep Nomor 44 Tahun 2026, Pemkab Sumenep telah merancang pembagian porsi pembacaan secara terukur untuk memastikan tercapainya target 111.111 kali khataman:

  • Badan, Dinas, dan Kecamatan: Mengemban porsi 30 kali pembacaan.
  • Bagian di Sekretariat Daerah (Setda): Mengemban porsi 10 kali pembacaan.
  • UPT Pendidikan dan UPT Kesehatan: Masing-masing mengemban porsi 20 kali pembacaan.
  • Tingkat Desa: Dipimpin langsung oleh Camat setempat untuk melibatkan jajaran aparatur dan warga desa.

Bupati Fauzi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditopang oleh kerja keras fisik maupun kebijakan formal semata, melainkan harus diimbangi dengan kekuatan doa bersama. Demi ketertiban administrasi, setiap pimpinan OPD diwajibkan menyerahkan laporan hasil pelaksanaan beserta dokumentasi kegiatan kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumenep.

“Pembacaan Surat Al-Waqi’ah ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan fondasi batin bagi kita semua untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Sumenep,” pungkas Bupati Fauzi.