Momentum Hari Jadi Memanas, JASTRA Bongkar Skandal Logistik KPU di Kejari Sumenep

Redaksi Beritata
30 Okt 2026 18:26
2 menit membaca

BERITATA, Sumenep – Dugaan penyimpangan dalam program Rumah Produksi Wirausaha Muda serta pengadaan logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep kembali mencuat ke permukaan. Aktivis pemuda yang tergabung dalam Jaringan Strategi Pemuda (JASTRA) menggelar aksi demonstrasi mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep untuk mengusut tuntas dua kasus tersebut hingga terang benderang.  

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung di depan Kantor Kejari Sumenep, Jumat (30/10/2026), tepat pada momentum peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.  

Membawa spanduk bertajuk “Kawal Supremasi Hukum, Usut Tuntas Rumah Produksi dan Pengadaan Logistik KPU!”, massa menuntut aparat penegak hukum tidak sekadar melakukan pemeriksaan formal administratif. Mereka mendesak penelusuran menyeluruh atas aliran dana dan seluruh tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan, penunjukan penyedia, kontrak, produksi, distribusi, hingga pembayaran.  

Koordinator Aksi JASTRA, Hasyim, menegaskan bahwa uang rakyat tidak boleh dijadikan ajang komodifikasi atau ladang kepentingan segelintir pihak. Menurutnya, prinsip penegakan hukum harus transparan, profesional, dan bebas dari tebang pilih.  

“Uang negara tidak boleh menjadi ladang kepentingan segelintir pihak. Hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” ujar Hasyim saat berorasi secara bergantian bersama orator lain seperti Hilal, Fawaid, Hawadis, Taufiq, Jemmy, dan Rozin.  

Aspirasi massa aksi disambut langsung oleh Kasi Intel Kejari Sumenep Endro Rizki Erlazuardi bersama Kasi Pidsus Muhammad Edriyadi Djufry. Di hadapan demonstran, pihak Kejari menegaskan komitmennya untuk melakukan penyelidikan ulang terkait dugaan korupsi dalam program Rumah Produksi Wirausaha Muda.  

Sementara terkait kasus dugaan korupsi pengadaan logistik KPU, Kejari Sumenep berjanji akan segera menyurati Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur serta melakukan ekspos resmi kepada media massa berkenaan dengan penetapan tersangka. Komitmen ini menjadi babak baru yang akan terus dikawal oleh masyarakat Sumenep.